Hari Ini Jemaah Haji Wukuf di Arafah, Elya Terharu Penantian 12 Tahun Akhirnya Bisa Wukuf di Arafah

Jemaah haji dari seluruh dunia hari ini Sabtu (15/6/2024) menjalani rangkaian puncak ibadah haji, yakni wukuf di Padang Arafah. Termasuk jemaah haji asal Indonesia. Sejak Jumat (14/6/2024) kemarin waktu Arab Saudi, jutaan jemaah haji dari berbagai negara mulai diberangkatkan menuju Padang Arafah, tempat wukuf digelar. Wukuf di Arafah dilaksanakan pada 9 Zulhijjah 1445 Hijriah atau bertepatan dengan hari Sabtu (15/6/2024).

Dengan demikian, Iduladha di Arab Saudi akan dirayakan pada Minggu (16/6/2024), atau sehari lebih cepat dari perayaan Iduladha di Indonesia. Dari Indonesia sendiri kemarin ada 213.275 jemaah haji yang diberangkatkan menuju Padang Arafah. Jemaah haji asal Indonesia ini akan menempati 1.169 tenda selama wukuf di Arafah.

AC Milan 0 0 Newcastle: Pioli Bingung dengan Tendangan Leao dan Giroud Transfer AC Milan Olivier Giroud Teken Kontrak dengan LAFC, Maignan dan Theo Hernandez Dijual? Petaka AC Milan di FIFA Matchday: Setelah Giroud, Giliran Theo Hernandez & Mike Maignan Tumbang

Salah satu jemaah asal Indonesia yang kemarin ikut berangkat ke Padang Arafah adalah Elya Kasmita. Jemaah haji asal Jambi itu terlihat tak kuasa menahan haru ketika menanti bus yang akan membawanya menuju Arafah. Bersama 400 jemaah asal Jambi yang tergabung dalam kloter BTH 22, Elya akan berkumpul bersama jutaan umat muslim di dunia menuju Arafah untuk melakukan serangkaian puncak ibadah haji.

Ada rasa tak sabar, gembira, juga haru melintas campur aduk di pikiran Elya. Penantiannya selama 12 tahun ke Tanah Suci hingga akhirnya bisa wukuf di Arafah yang sebentar lagi akan dijalaninya membuatnya terus bersyukur. Jemaah haji asal Jambi itu mengaku sudah menyiapkan lantunan doa yang akan dipanjatkannya saat wukuf nanti.

"Ya kami minta kebaikan dunia akhirat, selalu ingat pada Allah ditingkatkan keimanan, kesabaran," kata Elya. Para jemaah yang kemarin berangkat ke Arafah tampak tak membawa banyak barang bawaan. "Kami tak bawa makanan banyak, cuma bawa alat mandi, sajadah, makanan kering saja kaya roti, biskuit. Tak perlu bawa beras. Kan dapat makan di Arafah, alhamdulillah," kata Sauni jemaah lainnya.

"Sudah sarapan enak sarapannya juga," katanya. Diketahui, konsumsi menjadi fasilitas yang diberikan kepada jemaah haji Indonesia sejak 8 Dzulhijjah 1445 H/14 Juni 2024. Total mereka akan mendapat 15 kali makan.

"Selama di Arafah, Muzdalifah, dan Mina, seluruh jemaah haji Indonesia mendapat paket 15 kali makan dan satu kali snack berat. Snack berat itu akan dibagikan di Arafah untuk dikonsumsi di Muzdalifah," kata Direktur Layanan Haji Luar Negeri Subhan Cholid di Makkah, Jumat (14/6/2024). Jemaah haji akan mendapatkan makan siang dan malam di Arafah pada 8 Dzulhijjah. Kemudian pada malam harinya jemaah haji akan mendapatkan snack berat di Arafah untuk bergeser ke Muzdalifah.

Bersamaan dengan itu, lalu petugas haji juga akan membagikan kerikil untuk melempar jumrah. Selanjutnya pada 10 12 Dzulhijjah 1445 H atau 16 18 Juni 2024, jamaah akan mendapatkan konsumsi penuh pada pagi, siang, dan malam. Sementara pada 13 Dzulhijjah 1445 H atau 19 Juni 2024, pihak Masyariq hanya akan menyediakan makan pagi.

Sedangkan siang harinya akan mendapatkan makanan siap saji dari penyedia katering di hotel. Pada malam harinya pada pukul 19.00 19.00 WAS, penyedia katering akan kembali mendapatkan makanan biasa. Pada 14 15 Dzulhijjah 1445 H atau 20 21 Juni 2024, penyedia katering di hotel akan kembali memberikan layanan makan pagi (05.00 08.00 WAS), siang (12.00 14.00 WAS), dan malam (17.00 19.00 WAS).

Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas memastikan pelayanan untuk jemaah haji saat wukuf di Arafah, mulai tenda, konsumsi dan kesehatan jemaah sudah dipersiapkan matang. Termasuk pemeriksaan smart card atau kartu nusuk sebagai tiket untuk masuk ke Arafah. "Kita sudah persiapkan semaksimal mungkin, memastikan jemaah terlayani selama puncak ibadah haji," kata Menag Yaqut.

Menag Yaqut juga memastikan jemaah yang belum memiliki kartu nusuk tetap bisa masuk ke Arafah. Kemenag sudah menyiapkan rencana darurat untuk menjaga kenyamanan jemaah haji Indonesia. "Kita tak mau ada yang tak bisa masuk Arafah. Jemaah tanpa kartu nusuk tetap bisa masuk, nanti diperiksa manual dengan berbasis paspor," kata Menag.

Data terakhir hingga Kamis (13/6/2024), jemaah haji Indonesia yang belum mendapatkan smart card sisa 7 ribuan atau sekitar 3 persen lagi. Dalam penjelasan di depan Tim Pengawas (Timwas) Haji DPR, Yaqut menjelaskan akan memback up jemaah yang belum dapat kartu nusuk dengan pemeriksaan manual. Jemaah yang tidak mengantongi smart card tak perlu khawatir, mereka tetap bisa ke Arafah dengan syarat.

"Meskipun tidak punya smart card, sepanjang mereka punya visa dan resmi. pihak Masyariq menjamin tetap bisa ke Arafah," ujar Kepala Daerah Kerja (Daker) Makkah Khalilurrahman ditemui di Kantor Urusan Haji Indonesia, Kamis malam (13/4/2024). Khalil menyatakan pihaknya terus mengejar masyariq untuk segera menerbitkan smart card bagi jemaah haji yang belum dapat. "Sisa 7 ribuan atau sekitar 3 persen lagi," katanya.

Angka ini jauh berkurang dibandingkan hari sebelumnya pada Rabu (12/6), di mana jumlah jemaah yang belum memiliki smart card tercatat 13 ribu orang.

Tinggalkan Balasan