Niat Puasa Qadha dan Siapa Saja yang Boleh Mengqadha

Puasa Ramadan merupakan puasa yang hukumnya wajib, artinya apabila ditinggalkan akan mendapatkan dosa. Meski demikian, ada sejumlah kelompok yang diperbolehkan tidak berpuasa atau wajib berbuka namun diwajibkan pula untuk mengganti atau mengqadha puasa tersebut, yakni: Berikut adalah bacaan niat puasa qadha Ramadan:

Artinya: Aku niat untuk meng qadha puasa di bulan Ramadhan besok hari karena Allah SWT. Perlu diketahui bahwa sakit yang menyebabkan bolehnya berbuka adalah sakit berat yang bertambah parah dengan berpuasa atau dikhawatirkan akan memperlambat kesembuhan. Akan tetapi, orang sehat yang takut akan jatuh sakit karena berpuasa, maka boleh berbuka seperti orang yang sakit, dikutip dari Buku Pintar Panduan Lengkap Ibadah Muslimah .

Begitu pula orang yang sangat kelaparan atau kehausan, hingga mungkin celaka, hendaknya ia berbuka dan mengqadha puasanya, walaupun ia orang yang sehat dan bukan musafir. Niat Puasa Qadha dan Siapa Saja yang Boleh Mengqadha Apakah Niat Puasa Qadha Ramadhan dan Puasa Syawal Boleh Digabung? Begini Jawaban Buya Yahya

Niat Puasa Qadha yang Wajib Dilakukan Sebelum Puasa Ramadhan Dimulai Sidang Kasus Narkoba, Eksepsi Tio Pakusadewo Ditolak, Anaknya Sedih Cara Bayar Utang Puasa Ramadhan yang Belum Ditunaikan dan Bacaan Niat Puasa Qadha

Niat Puasa Bayar Utang dan 6 Kategori Orang yang Wajib Qadha Puasa Ramadan Niat Puasa Qadha Ramadhan dan 6 Kategori Orang yang Wajib Bayar Utang Puasa Orang yang Boleh dan Tidak Boleh Puasa Setelah Nisfu Syakban, Siapa Saja? Simak Penjelasan UAS

1. Bulan berlimpah berkah Saat datang bulan Ramadhan Rasulullah saw. bersabda, sebagaimana diriwayatkan Abu Hurairah sebagai berikut, "Sesungguhnya telah datang kepadamu bulan yang penuh berkah. Allah mewajibkan kamu berpuasa, karena dibuka pintu pintu surga, ditutup pintu pintu neraka dan dibelenggu syaitan syaitan, serta akan dijumpai suatu malam yang nilainya lebih berharga dari seribu bulan. Barangsiapa yang tidak berhasil memperoleh kebaikannya, sungguh tiadalah ia akan mendapatkan itu untuk selama lamanya." (HR. Ahmad, An Nasa'l, dan Baihaqi).

2. Bulan kegembiraan bagi pecinta kebaikan Sahabat Arfah pernah berkata, "Suatu ketika aku berada di rumah Uthbah bin Farqad, kebetulan ia sedang membicarakan puasa Rama dhan, lalu masuk seorang laki laki, salah seorang sahabat Nabi saw. Melihat laki laki itu Uthbah menaruh hormat padanya dan diam. Tamu itupun menyampaikan hadis tentang Ramadhan. Ia berkata, "Aku mendengar Rasulullah saw. bersabda tentang Ramadhan, 'Pada bulan itu pintu pintu neraka ditutup, dibuka pintu pintu surga dan dibelenggu syaitan syaitan'." Rasulullah saw. mengulas lagi, "Dan seorang malaikat akan berseru: 'Hai pecinta kebaikan, bergembi ralah! Hai pecinta kejahatan, hentikanlah! Sampai Ramadhan ber akhir." (HR Ahmad, dan An Nasa'i). 3. Saat penghapusan kesalahan diampuni dosa dosanya

Abu Hurairah berkata bahwa Nabi saw. bersabda: "Shalat yang lima waktu, Jumat ke Jumat, Ramadhan ke Ramadhan berikutnya menghapuskan kesalahan kesalahan yang terdapat di antara masing masing selama kesalahan besar dijauhi." Abu Sa'id al Khudri ra. berkata bahwa Rasulullah saw. bersabda: "Barangsiapa berpuasa pada bulan Ramadhan dan mengetahui batas batasnya, dan ia menjaga diri dari segala apa yang patut dijaga, diha puskanlah dosanya yang sebelumnya." (HR Ahmad dan Baihaqi). Abu Hurairah berkata, "Telah bersabda Rasulullah saw.: 'Siapa yang berpuasa pada bulan Ramadhan karena keimanan dan meng harapkan keridhaan Allah, akan diampuni dosa dosanya yang terda hulu'." (HR Ahmad dan Ash habus Sunan).

Artikel ini merupakan bagian dari KG Media. Ruang aktualisasi diri perempuan untuk mencapai mimpinya.

Tinggalkan Balasan