Penuhi Kebutuhan dan Jaga Keseimbangan Gas Nasional, PGN Distribusi Maksimalkan LNG

Subholding Gas PT Pertamina yakni PT PGN Tbk memaksimalkan penyediaan Liquefied Natural Gas (LNG) untuk menyeimbangkan pasokan gas bumi nasional. Direktur Sales dan Operasi PGN, Ratih Esti Prihatini mengatakan, langkah ini juga dalam rangka optimalisasi pemanfaatan gas bumi terutama bagi industri di dalam negeri dan juga wujud adaptif terhadap kondisi lingkungan bisnis. Penguatan infrastruktur dan distribusi juga dilaksanakan PGN serta upaya menyeimbangkan pasokan gas bumi nasional dilakukan dengan menyediakan Liquefied Natural Gas (LNG).

Ratih juga mengatakan, LNG juga merupakan solusi untuk pemenuhan kebutuhan gas bumi sehingga seringkali disebut sebagai energi masa depan. ”LNG merupakan solusi yang lebih fleksibel untuk transportasi gas bumi dengan sumber yang lokasinya jauh dari jaringan pipa dan demand gas bumi,” ungkap Ratih dalam keterangannya, dikutip (7/3/2024). Faktanya, lanjut Ratih, kebutuhan gas bumi saat ini, tidak selalu dan tidak akan terus dapat dipenuhi oleh sumber gas yang sudah terhubung dengan infrastruktur jaringan pipa gas.

Penuhi Kebutuhan dan Jaga Keseimbangan Gas Nasional, PGN Distribusi Maksimalkan LNG PGN Ajak Pelanggan Jaga Keberlanjutan Pemanfaatan Gas Industri Atasi Defisit Gas, Menteri ESDM Tambah Pasokan 11 Kargo LNG ke PGN

PGN Pastikan Kuota Gas Bumi untuk Jaga Pemerataan dan Keselamatan Penyaluran PGN Perluas Utilisasi Gas Bumi Domestik Dukung Ketahanan Energi Nasional Tak Terpengaruh Banjir, Suplai Gas Melon di Kudus Aman Penuhi Kebutuhan Saat Ramadan dan Lebaran

Enrekang Siap Penuhi Kebutuhan Bawang Merah Nasional di Tengah Kenaikan Harga Hadapi Risiko Geopolitik, PGN Optimalkan Pasokan LNG ke Sektor Industri Sumber pasokan eksisting sudah mengalami natural decline dan hal ini tidak dapat dihindari sebagaimana tercermin dari terus berkurangnya produksi gas bumi di sumur sumur yang sudah lama beroperasi.

Salah satu contohnya adalah sumber gas bagi PGN dari blok Corridor di Sumatera Selatan yang hanya memasok gas bumi sekitar 440 MMSCFD pada awal tahun 2024 ini. Sebelumnya, blok ini masih mampu memasok gas bumi pada tahun 2022 dan 2023 lebih dari 500 MMSCFD. Jumlah realisasi penyaluran gas pada 2024 turun dibandingkan 2022 dan 2023 yang masih mencapai 850 MMSCFD. ”Mau tidak mau, kita harus terbiasa dengan LNG sebagai solusi gas balance kebutuhan gas bumi nasional ditengah terus meningkatnya kebutuhan gas bumi, terutama untuk industri," papar Ratih.

"Inisiatif ini adalah bagian dari upaya PGN untuk mewujudkan komitmen memenuhi kebutuhan gas bumi kepada pelanggan serta optimalisasi pemanfaatan gas bumi sebagai energi transisi," lanjutnya. Ratih mengungkapkan, dengan pengelolaan 90 persen infrastruktur gas nasional dalam berbagai moda transportasi, baik pipa maupun non pipa, seperti Floating Storage Regasification Unit (FSRU), Land Based Energy Terminal, SPBG, MRU, dan LPG Processing Plant, PGN yakin tetap dapat melayani pelanggan dengan layanan energi yang bersaing dan berkelanjutan. Ratih menegaskan bahwa kehadiran LNG bukan sebagai substitusi gas pipa.

PGN tetap akan mengoptimalkan volume alokasi gas pipa sehingga dalam hal terjadi kekurangan pasokan dan ketersediaan gas dari pemasok, maka LNG merupakan solusinya. ”Pelanggan juga perlu memahami bahwa berbeda dengan gas pipa yang harganya cenderung tetap, harga LNG cenderung fluktuatif karena ditentukan oleh mekanisme pasar,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan