Soroti Lonjakan Harga Gula Pasir, Komisi IV DPR: Berdampak Negatif Terhadap Daya Beli Masyarakat

Anggota Komisi IV DPR RI dari Fraksi PKS, Andi Akmal Pasluddin menyoroti lonjakan harga gula pasir yang bisa lebih dari Rp 17 ribu per kilogram. Dalam keterangannya, ia menyampaikan keprihatinannya atas dampak buruk yang mungkin dirasakan oleh konsumen. Pemerintah diminta untuk mengatasi dampak negatif tingginya harga gula. "Salah satunya, konsekuensi langsung yang mungkin dirasakan oleh masyarakat luas akibat kenaikan harga gula ini," ujar Akmal dikutip Sabtu (18/11/2023).

Politisi PKS ini menegaskan agar pemerintah segera menjaga stabilitas harga dan melindungi konsumen dari dampak inflasi yang mungkin timbul akibat kenaikan harga gula. Pemerintah harus segera mengambil tindakan yang efektif untuk merespons situasi ini. "Kenaikan harga gula yang signifikan dapat berdampak negatif pada daya beli masyarakat, terutama bagi mereka yang berpenghasilan rendah,” ujar Andi Akmal Pasluddin. Di sisi lain, Ia juga menyoroti pentingnya menjaga kesejahteraan para petani tebu. Jenaikan harga gula juga bisa menjadi berkah bagi para petani tebu.

Soroti Lonjakan Harga Gula Pasir, Komisi IV DPR: Berdampak Negatif Terhadap Daya Beli Masyarakat Anggota Komisi IV DPR Soroti soal Kisruh Kebijakan Impor Daging Sapi Komisi IV DPR RI Soroti Kelangkaan Pupuk di Manggarai Barat NTT

Pemilu 2024 Pengaruhi Daya Beli Masyarakat Jambi Terhadap Perhiasan Emas BI Jatim: Kenaikan Harga Gula Pasir Belum Tercatat Memberi Kontribusi terhadap Inflasi Smesco Indonesia Soroti Tiktok Shop Dapat Berdampak Negatif ke UMKM

"Oleh karena itu, langkah langkah yang diambil pemerintah harus seimbang, tidak hanya melindungi konsumen tetapi juga mendukung keberlanjutan usaha para petani tebu,” tambahnya. Salah satu perhatian utama Anggota Badan Anggaran DPR ini adalah menghindari terjadinya perbedaan harga yang terlalu besar antara harga gula di tingkat petani dengan harga jualnya kepada konsumen. “Perbedaan harga yang terlalu besar dapat merugikan salah satu pihak, baik itu petani atau konsumen. Pemerintah harus memastikan bahwa rantai pasok gula ini berjalan adil dan berkelanjutan,” tegasnya.

“Saya berharap agar pemerintah segera mengambil langkah langkah konkret untuk mengendalikan harga gula, menjaga stabilitas pasar, dan memberikan dukungan yang tepat kepada para petani. Dalam konteks ini, dia juga menyerukan keterlibatan semua pihak terkait, termasuk produsen gula dan pelaku usaha di sektor ini, untuk bersama sama mencari solusi yang terbaik bagi semua pihak Dwi yang merupakan pedagang sembako di Pasar Kebayoran Lama Jakarta mengungkapkan, gula pasir atau gula konsumsi merupakan komoditas yang paling mengalami peningkatan yang paling signifikan dibanding pangan lainnya.

Menurutnya, harga gula pasir kemasan non premium dibanderol Rp18.000 per kilogram. Sementara, untuk harga gula kemasan sederhana senilai Rp19.000 per kilogram. Dalam beberapa hari terakhir, harga gula naik dapat mencapai Rp1.000 per kilogram per hari. Padahal, minggu lalu, harga gula pasir kemasan premium Rp16.000 per kilogram. Dirinya pun tak mengetahui alasan pasti terkait adanya kenaikkan harga gula.

Namun, masyarakat kini tetap membeli gula meskipun harganya terbilang cukup tinggi. Dwi melanjutkan, untuk pembelian gula di pasar tradisional tak dibatasi, seperti hal nya di retail modern. "Untuk gula enggak dibatasi belinya. Beda kalo di super market kan dibatasin ya 2 bungkus maksimal," ujarnya.

Tinggalkan Balasan